ISLAM SEBAGAI AJARAN, PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN



  1. Agama Islam
      Menurut ilmu bahasa (etimologi), kata islam berasal dari kata dalam bahasa arab yaitu kata Aslama-yuslimu bentuk berimbuhan dari kata salima yang artinya selamat, sentosa, tunduk, menyerahkan diri, tunduk, patuh dan taat lahir dan batin. Muslim yaitu orang yang telah menyatakan dirinya patuh dan tunduk kepada Allah SWT.
      Secara terminologi atau istilah, islam dapat diartikan dari 2 sisi, yaitu :
  1. Islam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya untuk mengEsakan Allah
  2. Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Allah kepada manusia melalui Rasulullah SAW.
            Pengertian yang pertama mengandung makna bahwa islam adalah agama universal yang ditunjukkan kepada seluruh umat manusia untuk semua waktu dan tempat.
            Islam adalah agama seluruh nabi dan rasul yang pernah diutus Allah kepada seluruh bangsa dan kelompok manusia. Islam seperti itu adalah agama yang dibawa oleh nabi adam, Ibrahim, Ya’kub, Isa dan seluruh nabi dan rasul utusan Allah lainnya. Dalam pengertian ini, agama islam adlah agama universal yang berarti berlaku untuk semua waktu dan tempat, dahulu, sekarang dan yang akan datang. Pengertian yang kedua khusus untuk agama yang diturunkan melalui Nabi Muhammad. Agama islam dalam pengertian ini bersifat universal juga karena ditujukan kepada seluruh ummat manusia dan untuk semua waktu dan tempat. Perbedaannya adalah bahwa pengertian yang pertama jika dilihat dari segi waktu ia berlaku dahulu sekarang dan akan datang.
            Kedua pengertian tersebut bukan bertentangan tetapi merupakan keistimewaan islam karena kesesuaiannya dengan latar belakang dan sisi pandangannya. Yang pertama menganut sisi pandangan tauhid oriented, sedangkan yang kedua mengarah pada sisi pandang syari’at oriented. Dalam Al-Qur’an, islam adalah integral orientasi maksudnya tauhid dan syari’ah oriented secara bersama-sama. Nabi dan Rasul dipandang sebagfai islam karena sistem tauhidnya sama dengan sistem tauhid nabi Muhammad. Sementara sistem syari’atnya berbeda karena sesuai dengan perkembangan peradaban manusia di dunia syari’at yang oprn oriented artinya syari’at islam dapat berdialog dengan segala peradaban ummat manusia sampai hari kiamat.
            Tugas islam adalah membawa manusia menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin, di dunia dan akhirat. Islam telah mengangkat derajat manusia dari lembah kehinaan menjadi mulia, memberi petunjuk kepada manusia, membebaskan mereka dari segala bentuk kezaliman dan memerdekakan manusia dari krisis rohani dan materi. Agama monoteisme atau agama tauhid atau bisa disebet dengan agama yang meng_Esakan tuhan adalah islam, Yahudi dan nasrani. Agama yang pertama kali lahir adalah agama Yahudi yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, Ismail, Yusuf dan lain-lain. Kemudian agama Nasrani yang dibawakan oleh Nabi Isa yang datang mengadakan reformasi terhadap agama yahudi terutama dalam bidang syari’at. Dan terakhir agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad adalah kesempurnaan syari’at yang pernah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya dalam banyak dalam bentuk yang murni dan asli.
  1. Pengertian Studi Islam
            Studi islam adalah kajian ilmiah tentang islam. Istilah studi mengandung makna kajian ilmiah, yaitu kajian yang logis, sistematis, objektif dan rasional. Kajiaannya didasarkan kepada fakta-fakta dan data yang dianalisis secara ilmiah dengan berbagai pendekatan. Studi islam berarti menjadikan islam sebagai objek kajian bukan menjadikan islam sebagai agama dan seperangkat kepercayaan.
            Islam sebagi ajaran adalah ajaran-ajaran yang termuat pada Al-Qur’an dan Hadits bersifat universal, absolut dan tidak lapuk dimakan masa. Islam sebagai pemahaman dan pengamalan merupakan reaksi menusia terhadap ajaran islam yang universal.
Objek kajian studi islam dibagi menjadi dua objek studi yaitu :
  1. Studi tentang islam adalah kajian ilmiah yang menjadikan islam sebagai objek kajian.
  2. Studi di dalam islam adalah kajian yang menjadikan islam sebagai sumber inspirasi untuk membangun  konsep-konsep dan teori-teori keilmuan dalam islam. Islam sebagai objek studi seperti pendekatan antropologi, sosiologi, sejarah, psikologi, ekonomi, politik, dan lain-lain. Islam sebagai inspirasi seperti ilmu tafsir, kalam, hadis, fiqih, tasawuf, filsafat, dakwah dan lain-lain.



                  Studi islam mencakup dalam dua bidang kajian yaitu :
  1. Kajian tentang doktrin agama meliputi Al-Qur’an dan hadits sebagi teks dan sumber ajaran agama.
  2. Kajian tentang respon dan interpretasi manusia terhadap doktrin agama membahas tentang penefsiran terhadap kedua sumber ajaran agama Al-Qur’an dan Hadits yang telah diformulasikan menjadi bangunan ilmu pengetahuan.

       I.      Islam sebagai ajaran : Din dan Syari’ah
  1. Din (tauhid)
A.    Pengertian Din
      Secara bahasa, agama berasal dari dua kata dalam bahasa sansekerta yaitu a dan gama. A artinya tidak dan gama artinya pergi, jadi berarti agama itu tidak pergi. Maksudnya agama diwarisi secara turun-temurun.
      Harun nasution, menyimpulkan inti sari agama secara bahasa adalah ikatan, maksudnya ikatan antara roh manusia dengan tuhan. Ikatan itu berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia, satu kekuatan gaib yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra. contohnya islam
      Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT, pada seluruh manusia melalui jibril dan mengutus Muhammad SAW menyampaikan tentang kebenarannya. Sebagai firman Allah dalam al-qur’an :


Artinya : “Sesungguhnya agama yang diridhai Allah adalah islam”
Agama adalah keyakinan yang gaib dan batiniah, hal yang sangat mendasar dalam agama. Kepercayaan atau keimanan kepada tuhan.
      Mukti Ali pernah mengatakan bahwa mendefinisika agama itu sangat sulit, alasannya :
1.      bahwa pengamalan agam adalah soal batin, subyektif dan sangat individualis sifatnya.
2.      tidak ada orang yang begitu semangat dan emosional daripada orang yang membicarakan agama.
Adapun nama lain dari agama adalah millah, dan dalam bahasa arab adalah Din. Kedua istilah tersebut digunakan dalam konteks yang berlainan. Millah biasanya digunakan ketika dihubungkan dengan nabi yang dalam arti yang menerima wahyu dari Allah SWT atau diturunkan kepadanya agama. Contohnya: millah Ibrahim, millah Ishaq dan sebagainya. Diantara millah tersebut yang paling besar adalah millah Ibrahim, karena yang membuat agama dari nabi Adam sampai Muhammad itu dikatakan islam, karena semua mempunyai nilai ketauhidan dan pada Nabi Ibrahim masalah tauhid sangat tidak diterima. Sebagai contoh, ayahnya sendiri yang membuat patung, dari sinilah ajarannya dinamakan millah terbesar lebih cenderung kepada ketauhidan.

  1. Syari’ah
A.    Pengertian Syari’ah
                  Secara etimologi, Syari’ah berarti sumber air minum. Dan kata syari’ah ini dipakai bangasa arab dengan makna jalan yang lurus (Al-sirat Al-mustaqim) yakni sebagaimana sumber air merupakan jalan kehidupan dan keselamatan bagi tubuh, maka demikian pula halnya dengan jalan lurus yang padanya terdapat kualitas yang menghidupkan jiwa dan akal serta terdapat kualitas yang menghidupkan jiwa dan akal serta membimbing menusia kepada kebajikan. Istilah syari’ah ini diarikan sebagai jalan ketuhanan, sehingga syari’at islam lantas dipahami sebagai sesuatu yang khas datang langsung dari Allah yang disampaikan melalui Rasul-Nya kepada umat manusia.
      Dengan demikian dapat dikatakan bahwa syari;at adalah segala kitab (perintah) yang berhubungan dengan tindak tantuk menusia dan syari’at juga dapat diartikan nama aturan atau hukum amaliah. Pengkhususan ini dimaksudkan karena agama pada dasarnya adalah satu dan berlaku secara universal, sedangkan syari’ah hanya berlaku untuk masing-masing umat, berarti syari’ah lebih khusus dari agama.
      Syari’ah adalah hukum amaliah yang berbeda menurut perbedaan rasul yang membawanya dan setiap yang datang kemudian mengoreksi dan menghapus (nasikh) yang datang lebih dan meneguhkan nilai-nilai prikemanusiaan yang sehat, agar tercapai hak yang menjamin kebahagiaan insani di dunia dan kelek di akhirat.


      Adapun dasar-dasar syari’ah islam ialah
1.   Agama yang turun dari langit, sebab sandarannya adalah wahyui ilahi bukan ciptaan manusia.
2.   Sangat bergantung pada akal manusia yang mendapat tuntutan dari wahyu untuk menetapkan suatu hukum, pemisahan antara halal dengan haram.
3.   bertujuan untuk memperbaiki dan meluruskan perjalanan hidup manusia di dunia.
4.  Mencakup segala kegiatan dan keaktifan hidup manusia, untuk menentukan batas-batas dan pagar larangan, segingga tidak terpeleset, dan tidak menyeleweng.
5.  Agama seluruh prikemanusiaan, pokok azasnya tidak terpengaruh oleh perubahan suasana, perbedaan ruang dan waktu.
6.  Menghubungkan amalmanusia di dunia dengan pahala dan ganjaran yang akan diterima di akhirat.
    II.  Islam Sebagai Pemahaman atau pemikiran.
         Islam sebagai pemahaman adalah respon orang terhadap ajaran islam. Konsep-konsep islam merupakan formulasi manusia yang berdasarkan kepada aturan Allah SWT. Dalam bahasa Arab, pemahaman disebut dengan fiqih. Fiqih yang dimaksudkan bukan kumpulan rumusan al-qur’an tentang din dan syari’at (pemahaman terhadap al-qur’an dan hadis).


 III.      Islam sebagai Pengamalan atau Praktek
         Islam sebagai pengamalan adalah budaya manusia, bukan aturan Allah, namun respon manusia dalam menjalankan aturan Allah yang tertera dalam din dan syari’at.
Wahyu merupakan nilai luhur atau pesan moral bila tidak dioperasionalkan dalam menciptakan sistem sebagai instrumen untuk mengimplementasikan nilai maksud, maka tidak akan berfungsi membangun peradaban dan memecahkan masalah kehidupan. Manusia memperoleh pengethuan agama melalui periwayatan berkesinambungan dari orang-orang terpercaya dan tidak mungkin berdusta 9at-tawatur). Kebenaran pengetahuan agama dapat pula diperoleh melalui bukti-bukti historis, argumen-argumen rasional dan pengalaman pribadi.
           

        





0 Response to "ISLAM SEBAGAI AJARAN, PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN"

Post a Comment

wdcfawqafwef